Home » » Jendela Cinta

Jendela Cinta

Written By Unknown on Minggu, 07 April 2013 | 19.32



Jendela Cinta

Ada satu pertanyaan yang mungkin jarang kita renungkan, pertanyaan itu adalah “Pernahkah kita berpikir ketika kita asik memakan makanan yang alakadarnya kaegori kita dengan memikirkan nasib orang lain?

Mungkin makanan yang kita makan saat ini adalah makanan alakadarnya menurut kita tapi bagaimana menurut orang di luar sana?
Kalau orang kaya berkata dimana kita makan, tapi kalau orang miskin apa yang kita makan hari ini.

Dari dua pernyataan tersebut tentu sangat bertolak belakang. Memang di mana saja pasti ada dua jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin. Orang kaya banyak uang sehingga untuk makan saja milih-milih tempat.

Sedangkan orang miskin makan harus usaha dulu, bukan di mana kita makan tapi apa yang kita makan untuk hari ini. Bahkan ada hanya bisa makan untuk menganjal perut hari ini dan besoknya puasa begitu seterusnya sampai nasib merubah dirinya.

Nasib memang ketentuan Tuhan, bahkan ada sebuah hadist yang maksudnya adalah Tuhan tidak akan merubah keadaan suatu kamun kalau Dia tidak mau merubah keadaanya sendiri. Jadi untuk berubah tidak terlepas dari usaha manusia dengan menharap Ridha Allah dalam setiap perilakunya.

So, untuk berubah harus ada usaha yang membarengi untuk perubahan itu. Salah satu langkahnya yaitu berbagi kebahagiaan dengan sesama. Sekecil apapun kebagahiaan itu jika di bagi akan menjadi banyak, bahkan bisa membuat tali silaturrahmai semakin kuat terjalin.

By. Muh_Maskur89
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar